Rabu, 03 Februari 2010

aku melihat hidup sebagai ruang yang disediakan sang pencipta kepadaku untuk menjadi tempat untuk belajar.
belajar memperbaiki diri, belajar menjadi rendah hati, belajar menjadi bijaksana, belajar menghargai orang lain, belajar memberikan kasih dan pengorbanan bagi orang yang kita kasihi, belajar memaafkan orang yang kita benci, belajar menjadi sabar, belajar untuk memberikan pipi kiri kita ketika orang lain menampar pipi kanan dengan keras, belajar berdamai dengan diri sendiri, belajar untuk mengampuni, belajar menerima kekurangan diri, belajar menjadi lebih baik dengan berkaca pada kesalahan, belajar mengendalikan emosi, belajar untuk menjadi tuff, dan belajar untuk menerima perbedaan yang ada di antara kemajemukan manusia.
dengan sesadar-sadarnya aku menulis, aku bukan manusia sempurna. bukan manusia yang labih baik dari manusia lainnya. aku tidak memiliki keistimewaan apapun. aku sama dengan manusia rata-rata. aku bukan manusia yang diberkahi intelegensi tinggi, atau kejeniusan super. aku juga tidak memiliki bakat istimewa yang bisa membuat orang lain bangga padaku. aku buka orang yang pintar bicara. bukan juga motivator, pemberi saran atau pendengar yang baik. akupun tidak punya kepekaan sosial tingkat tinggi atau kelemah lembutan yang dasyat. fisikku biasa-biasa saja dan sama sekali tidak menarik untuk dibicarakan. namun dibalik semua ketidak menarikkan dan ketidak unggulan diriku, aku hanya memiliki satu hal yang membuatku istimewa setidaknya bagi diriku sendiri. aku punya kemauan dan semangat untuk memperjuangkan kemauan itu agar dapat terpenuhi...itulah yang kurasa satu-satunya hal, yang masih belum Dia renggut dariku.....
saat ku sadar kini aku berada di bulan dimana aku dahulu dilahirkan ke dunia ini...
aku termenung dan berfikir...
apa yang sudah aku lakukan sampai hampir seperempat abad ini...
sebanyak apa pelajaran hidup yang aku ambil untuk membentukku menjadi bijaksana...
apa saja yang telah aku lewatkan untuk ambisi dan tujuan hidup yang aku sendiri tidak mengerti...
seberapa banyak cinta yang telah aku berikan untuk pasangan yang telah membuka gerbang kehidupan untukku...
berusaha untuk menyadari apa yang harus aku prioritaskan dalam hidup...
menelaah dan mengakumulasi kembali kegagalan demi kegagalan yang ku alami...
mempertimbangkan apakah cinta dan keinginan untuk berpasangan mendapat tempat top rank dalam resolusi hidupku...
menentukan fokus hidup dan hal penting yang harus ku raih dalam lima tahun ke depan...
menemukan jati diri dan model hidup, menjadi seperti apa diriku yang aku harapkan...
mereduksi kemarahan, rasa sakit, kesepian dan perasaan ditinggalkan...
membunuh keegoisan, gengsi dan rasa rendah diri...
berusaha menjadi sempurna, walaupun idealnya kesempurnaan itu nihil dan fatamorgana. Karena dengan berjuang menjadi sempurna, aku menyadari diriku menjadi lebih baik dalam setiap tahapan proses yang aku lalui...

Minggu, 03 Januari 2010

kau berada di tempat yang jauh...namun bagiku terasa begitu dekat
kau bisa duduk dan tersenyum tenang, saat aku berteriak marah dengan membabi buta
kau meluluhkan kebekuan hatiku dengan setetes air matamu
kau menjadi dewasa, saat aku kekanak kanakan
kau membuat perbedaan diantara kita menjadi satu simphony hidup yang indah
kau menghargai kekuranganku dan menjadikannya hal yang sangat kau rindukan
kau membalas penghianatan dengan ketulusan dan pengampuanan
kau menggenggam erat tanganku, walau ingin sekali ku lepaskan
kau membalas semua makianku dengan lidahmu yang lemah lembut

kau tahu, tanpa teori kau telah mengajari aku menjadi lebih baik dengan tindakan
terima kasih xxxx xxxx xxxxxxx, karena melalui engkau aku dapat melihat Tuhan...........
saat ini...
dalam sepi dan kesendirian...
baru ku sadari betapa berartinya dirimu bagiku

mungkin ini terdegar aneh dan menggelikan...
mungkin juga mengejutkan dan mencengangkan bagimu...
karena selama ini kau ku abaikan...terabaikan cukup lama

rasa kehilangan datang, ketika perjumpaan kita terhenti oleh jarak...
rasa sepi itu lahir, ketika kenangan tentang sedikit kebersamaan kita kembali mengusik benakku...
meski kau hanya imaji, atau kemustahilan bagi hidupku...
aku hanya ingin berterima kasih padamu, karena kau mengajari aku kembali untuk menjadi seorang manusia setelah sekian lama terkungkung dalam jati diri malaikat...